Tag: cedera

Bila Mata Cedera

Cedera mata dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Laki-laki lebih sering mengalami cedera mata dibanding perempuan, mungkin berkaitan dengan aktivitas dan hobi yang dijalani.

Mata kita sebenarnya memiliki sistem perlindungan yang sangat baik. Air mata melindungi dan membilas bila ada zat-zat yang menyebabkan iritasi. Bulu mata melindungi dari cairan atau debu. Kelopak mata dapat menutup secara refleks apabila permukaan mata mengalami kekeringan atau bila ada benda yang bergerak hingga berjarak sangat dekat dengan mata. Bola mata terletak di dalam rongga orbita dengan dinding yang tersusun dari tulang-tulang tengkorak yang kuat.

Cedera mata dapat disebabkan oleh benda tajam, benda tumpul dan cairan kimia. Benda tajam menyebabkan robekan pada dinding bola mata. Robekan dapat terjadi pada satu sisi (luka tusuk) atau mengenai dua sisi dinding (luka tembus) bola mata. Luka akibat benda tajam bentuknya teratur, tepi luka rata. Bola mata berisi cairan yang dapat mengalami kebocoran apabila terjadi robekan pada dindingnya. Robekan ini bisa menjadi jalan masuk kuman ke dalam bola mata yang menyebabkan infeksi.

Benda tumpul menyebabkan peningkatan tekanan secara mendadak pada dinding atau di dalam bola mata. Tekanan yang demikian tinggi menyebabkan robekan dinding bola mata. Robekan dinding akibat benda tumpul bentuknya tidak teratur, tepi luka tidak rata. Bila tidak menyebabkan robekan, benda tumpul menyebabkan kerusakan pada jaringan organ-organ di dalam bola mata, seperti pendarahan, lepasnya saraf retina, katarak, dan lain-lain.

Cedera mata dapat menimbulkan kecacatan atau kebutaan. Bila kondisinya sangat parah, bahkan perlu dilakukan pengangkatan bola mata. Pertolongan pertama pada cedera mata sangat berguna untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut. Nah, siapa tahu kita menemukan orang dengan cedera bola mata, berikut langkah pertolongan pertamanya:

1. Lindungi bola mata

Tutup mata korban dengan menggunakan pelindung dari bahan yang keras, kemudian pertahankan posisinya dengan cara diikat atau menggunakan plester. Jaga jangan sampai memberi tekanan pada mata. Tekanan tersebut akan membuat cairan atau isi bola mata semakin banyak keluar.

Pelindung mata dapat menggunakan eyeshield yang terbuat dari akrilik atau metal. Kita dapat juga memanfaatkan barang-barang disekitar kita. Pelindung dapat dibuat dengan cara memotong bagian bawah paper cup, gelas atau botol kemasan air mineral dengan ketebalan 2-3 cm.

2. Berikan obat pereda nyeri

Obat dapat berupa tablet yang diminum atau obat yang disuntikkan. sebaiknya dengan cara disuntikkan.

3. Cegah korban mengejan

Mengejan dapat terjadi bila korban kesakitan, muntah, bersin, atau batuk. Mengejan ini akan menyebabkan peningkatan tekanan bola mata yang akan semakin mendorong keluarnya isi bola mata.

4. Jangan cabut benda yang menancap

Mencabut benda akan menimbulkan luka terbuka pada dinding bola mata sehingga isi bola mata dapat keluar. Benda yang menancap baru dapat dicabut di kamar operasi agar luka di dinding bola mata dapat langsung ditutup atau dijahit. Stabilkan posisi benda yang menancap tersebut dengan mengikatkannya menggunakan perban atau plester ke kepala pasien. Bila terlalu panjang, benda yang menancap dapat dipendekkan dengan hati-hati untuk memudahkan evakuasi pasien. Jangan memberikan tekanan tambahan yang dapat membuat benda tersebut semakin menancap semakin dalam.

5. Bawa ke rumah sakit

Segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan kedaruratan mata untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.

Demikian pertolongan yang dapat kita berikan pada korban cedera mana. Jadi nanti bila bertemu kasusnya, sudah bisa menanganinya, ya. Semoga bermanfaat.

Sumber gambar: pexels.com

Bila mata terkena cipratan

Cipratan cairan kimia dapat menyebabkan cedera pada permukaan mata. Jenis-jenis cairan kimia yang dapat menyebabkan cedera pada mata adalah cairan yang bersifat iritan atau cairan yang bersifat korosif. Cairan yang bersifat korosif dibagi menjadi dua macam yaitu cairan asam dan cairan basa.

Cipratan cairan kimia yang bersifat iritan akan menyebabkan iritasi pada permukaan mata. Hal ini ditandai dengan mata yang menjadi merah dan terasa sakit. Meskipun menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat, cairan yang bersifat iritan tidak akan masuk menembus bola mata.

Cairan korosif dapat menembus bola mata sehingga menyebabkan kerusakan hingga ke bagian dalam mata. Dinding bola mata yang rusak akan mengalami kebocoran sehingga rentan mengalami infeksi atau keluarnya isi bola mata. Cairan korosif ada dua macam, yaitu cairan asam dan cairan basah. Cairan yang bersifat netral memiliki kadar keasaman (pH) sama dengan 7. Cairan bersifat asam bila nilai pH kurang dari tujuh, semakin rendah angkanya, zat semakin asam. Sedangkan cairan basa memiliki nilai pH lebih dari tujuh, semakin besar angkanya, sifatnya semakin basa. Contoh cairan asam adalah air aki dan air cuka. Contoh cairan yang bersifat basa adalah cairan pembersih pembersih lantai atau porselen, pembersih kaca, dan cairan pemutih.

Meskipun zat asam dan basa sama-sama bersifat korosif, kerusakan mata yang disebabkan oleh cairan basa jauh lebih berat dibandingkan cairan yang bersifat asam. Hal ini disebabkan karena cairan basa menyebabkan reaksi saponifikasi (penyabunan) yang melarutkan dinding sel jaringan mata sehingga penetrasi cairan basa menjadi lebih dalam. Cairan asam menimbulkan kerusakan yang menyebabkan protein sel jaringan mengalami koagulasi (penggumpalan) lalu membentuk semacam barrier (dinding penahan) yang mencegah penetrasi zat asam ke jaringan yang lebih dalam.

Apabila kita menemukan ada orang yang terkena cipratan cairan kimia, baik itu zat iritan, asam, atau basa pada matanya, segera cuci mata orang tersebut dengan air sebanyak-banyaknya. Jenis air yang digunakan dapat berupa air keran, air mineral, atau air kran khusus pencuci mata (biasa ada di area pabrik/industri). Semakin ekstrim kadar asam atau basa, maka air yang harus kita gunakan semakin banyak.

Pencucian mata pada pasien dengan cedera kimia

Jangan memberikan zat kimia lain yang bersifat menetralkan. Misalnya memberikan zat basa ke mata pada kasus cedera kimia akibat asam. Tindakan ini justru akan menambah berat kerusakan jaringan.

Setelah mencuci mata, mata pasien ditutup dengan menggunakan eyeshield atau penutup yang dapat dibuat sendiri dari paper cup atau gelas kemasan air mineral. Penutup mata kita atur sedemikian rupa supaya tidak menekan ke bola mata.

Berikan obat pereda nyeri kepada pasien. Jaga agar pasien tidak mengejan, batuk, bersin, atau muntah agar tekanan bagian dalam bola mata tidak meningkat. Ganti baju pasien yang basah supaya pasien tidak kedinginan.

Bawa pasien ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kedaruratan mata agar pasien dapat mendapatkan penanganan mata lebih lanjut.

Semoga bermanfaat.