Tag: kimia

Bila mata terkena cipratan

Cipratan cairan kimia dapat menyebabkan cedera pada permukaan mata. Jenis-jenis cairan kimia yang dapat menyebabkan cedera pada mata adalah cairan yang bersifat iritan atau cairan yang bersifat korosif. Cairan yang bersifat korosif dibagi menjadi dua macam yaitu cairan asam dan cairan basa.

Cipratan cairan kimia yang bersifat iritan akan menyebabkan iritasi pada permukaan mata. Hal ini ditandai dengan mata yang menjadi merah dan terasa sakit. Meskipun menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat, cairan yang bersifat iritan tidak akan masuk menembus bola mata.

Cairan korosif dapat menembus bola mata sehingga menyebabkan kerusakan hingga ke bagian dalam mata. Dinding bola mata yang rusak akan mengalami kebocoran sehingga rentan mengalami infeksi atau keluarnya isi bola mata. Cairan korosif ada dua macam, yaitu cairan asam dan cairan basah. Cairan yang bersifat netral memiliki kadar keasaman (pH) sama dengan 7. Cairan bersifat asam bila nilai pH kurang dari tujuh, semakin rendah angkanya, zat semakin asam. Sedangkan cairan basa memiliki nilai pH lebih dari tujuh, semakin besar angkanya, sifatnya semakin basa. Contoh cairan asam adalah air aki dan air cuka. Contoh cairan yang bersifat basa adalah cairan pembersih pembersih lantai atau porselen, pembersih kaca, dan cairan pemutih.

Meskipun zat asam dan basa sama-sama bersifat korosif, kerusakan mata yang disebabkan oleh cairan basa jauh lebih berat dibandingkan cairan yang bersifat asam. Hal ini disebabkan karena cairan basa menyebabkan reaksi saponifikasi (penyabunan) yang melarutkan dinding sel jaringan mata sehingga penetrasi cairan basa menjadi lebih dalam. Cairan asam menimbulkan kerusakan yang menyebabkan protein sel jaringan mengalami koagulasi (penggumpalan) lalu membentuk semacam barrier (dinding penahan) yang mencegah penetrasi zat asam ke jaringan yang lebih dalam.

Apabila kita menemukan ada orang yang terkena cipratan cairan kimia, baik itu zat iritan, asam, atau basa pada matanya, segera cuci mata orang tersebut dengan air sebanyak-banyaknya. Jenis air yang digunakan dapat berupa air keran, air mineral, atau air kran khusus pencuci mata (biasa ada di area pabrik/industri). Semakin ekstrim kadar asam atau basa, maka air yang harus kita gunakan semakin banyak.

Pencucian mata pada pasien dengan cedera kimia

Jangan memberikan zat kimia lain yang bersifat menetralkan. Misalnya memberikan zat basa ke mata pada kasus cedera kimia akibat asam. Tindakan ini justru akan menambah berat kerusakan jaringan.

Setelah mencuci mata, mata pasien ditutup dengan menggunakan eyeshield atau penutup yang dapat dibuat sendiri dari paper cup atau gelas kemasan air mineral. Penutup mata kita atur sedemikian rupa supaya tidak menekan ke bola mata.

Berikan obat pereda nyeri kepada pasien. Jaga agar pasien tidak mengejan, batuk, bersin, atau muntah agar tekanan bagian dalam bola mata tidak meningkat. Ganti baju pasien yang basah supaya pasien tidak kedinginan.

Bawa pasien ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kedaruratan mata agar pasien dapat mendapatkan penanganan mata lebih lanjut.

Semoga bermanfaat.